Site Meter



Sabtu, 9 Maret 2013 - Demokrat Tidak Akan Lindungi Max Sopacua


Cari berita di Infoanda :
powered by
Google
Text Terakhir yg dicari : profil laundry maspaitella akhir keperkasaan peyek Akhir keperkasaan peyek Akhir keperkasaan peyek akhir keperkasaan peyek akhir keperkasaan peyek Berita aceh barat hari ini filosofi karpet merah filosofi karpet merah filosofi karpet merah filosofi karpet merah Cersex#anak5tahun Cersex#anak5tahun apa kelebihan dan kekurangan dari isi laporan monster hijau penyelamat lingkubgan

Daftar Masuk Home Berita Internasional Kolom Wawancara Lapsus Tokoh Pro Kontra Profil Indeks Politik · Hukum · Peristiwa · Kriminal · Berita Unik · Sosial Budaya · Opini Anda · Info Anda · Forum · Foto · TV detikNews Berita Selasa, 30/11/2010 11:22 WIB Demokrat Tidak Akan Lindungi Max Sopacua Elvan Dany Sutrisno - detikNews Jakarta - Partai Demokrat tidak akan melindungi setiap kader yang tersangkut korupsi. PD bahkan tidak menyiapkan tim pengacara untuk Wakil Ketum PD Max Sopacua yang disebut-sebut tersangkut kasus dugaan korupsi alat kesehatan."Karena Bapak SBY tidak menginzinkan intervensi kader yang terjerat korupsi," ujar jubir PD, Ruhut Sitompul, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2011).Ruhut mengatakan, PD tidak akan mengirim pengacara untuk menyertai Max jika kasus terus berkembang. Ruhut mendorong KPK mengusut setiap kasus korupsi tanpa pandang bulu."Bagi kami selama itu bisa dibuktikan ya silahkan," kata Ruhut.Ruhut mengaku sudah mendengar perkembangan kasus Max. Ruhut berharap kader PD berhati-hati bermain uang rakyat."Apabila dari kami-kami terkait tindak pidana korupsi, partai tidak akan membelanya. Buktinya beberapa kader kami, DPRD dari Jambi periode yang lalu, sekretaris dewan pembina yang dari DPR kan diproses semua itu," papar dia.Ruhut berharap Max terbuka kepada publik. Max dinilai terkesan lari dari media setelah kasusnya mengemuka lagi. "Kalau nggak salah kenapa harus takut," kata Ruhut.Keterlibatan Max disebut-sebut di dalam sidang perdana mantan Sekjen Departemen Kesehatan Sjafii Ahmad di Pengadilan Tipikor pada Senin 29 November 2010."MTC (Mandiri Traveler Cheque) digunakan terdakwa Sjafii antara lain untuk pembayaran pembelian satu unit mobil Honda CRV atas nama Max Sopacua, anggota Komisi IX DPR senilai Rp 45 juta," sebut anggota penuntut umum, Rachmat Supriady.Berdasarkan surat dakwaan tersebut, uang senilai Rp 45 juta itu, diberikan Sjafii ketika masih menjabat sebagai anggota Komisi IX DPR RI periode 2004-2009. (van/aan) function anchorCheck(){ var p = $("#postReadAnchor1"); var position = p.position(); var top1 = position.top; var p2 = $("#postReadAnchor2"); var position2 = p2.position(); var top2 = position2.top; if(top1 > top2)postRead(); //$("#postReadAnchor1").text( "anc1: " + top1 + ", anc2: " + top2 );}$(window).scroll(function () { anchorCheck();}); $(document).ready(function () { anchorCheck(); }); Browser anda tidak mendukung iFrame Baca Juga Max Sopacua Disebut Terima Uang Korupsi di DepkesKota Yogyakarta & Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu Paling Aktif Cegah Korupsi Atap GOR Jayapura Ambruk, 17 Pekerja Luka-luka Tersangka Kasus Pengadaan Sarung di Depsos Ditahan KPK Foto Video Terkait Boneka Anas Diserahkan ke Bonbin Ragunan. Bedah Buku 'Pilpres Abal-abal Republik Amburadul'. Anas Tersangka Hambalang, Fadjroel Plontos Rambut. Pendemo Kejar Mobil Gubernur Wanita dalam Lingkaran Korupsi Sponsored Link Forum RUU KUHP Muat Aturan Tentang Homoseksual Kronologi Penyerangan ke Mapolres OKU Quick Count Pilgub Sumut, Calon dari PKS Menang Blog Ironi Pertikaian Antar Aparat Penegak Hukum Benarkah Penahanan Anand Krishna Langgar Pasal 197 KUHAP ? Mahasiswa Kritik Kinerja DPRD Komentar (0 Komentar) Kirim Komentar | Lihat Semua Komentar | Disclamer window.jQuery || document.write('x3C/script>'); var cmmnt = new COMMENT({ path: "&thn=2010&bln=11&tgl=30&idkanal=10&idnews=1505530&p=1", limit: "3", form: "true", currPage: "1", callback: "cmmnt.commentcall", pagingtag: "paging", pagingpath: "commentpaging", domain: "news.detik.com", url: "/read/2010/11/30/112227/1505530/10/demokrat-tidak-akan-lindungi-max-sopacua", detail: "true" });

Featured Column Daftar SMS yg masuk ke +62-815-142-29297 (format pengiriman : info <text_info_anda>)

[Home - Infoanda][Idiokrasi] [Random News] [Calendar] [This News]