Site Meter



Rabu, 13 April 2011 - Tersangka Teroris Medan Dijadikan Saksi


Cari berita di Infoanda :
powered by
Google
Text Terakhir yg dicari : profil laundry maspaitella akhir keperkasaan peyek Akhir keperkasaan peyek Akhir keperkasaan peyek akhir keperkasaan peyek akhir keperkasaan peyek Berita aceh barat hari ini filosofi karpet merah filosofi karpet merah filosofi karpet merah filosofi karpet merah Cersex#anak5tahun Cersex#anak5tahun apa kelebihan dan kekurangan dari isi laporan monster hijau penyelamat lingkubgan

Tersangka Teroris Medan Dijadikan Saksi

Bandarlampung, 13 April 2011 10:30
Sidang lanjutan perkara pemasok senjata asal Lampung dalam kasus perampokan CIMB Niaga, Medan, Sumatera Utara, Heri Kuswanto dan Abdul Haris Munandar, di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, akan menghadirkan delapan pelaku perampokan yang juga tersangka kasus teroris.

"Dijadwalkan akan berlangsung pada 19 dan 20 April 2011, dan mereka akan dimintai keterangan terkait keterlibatan keduanya sebagai pemasok senjata dalam aksi mereka," kata Kasi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Bandarlampung, Andi DJ Konggoassa, di Bandarlampung, Rabu (13/4).

Menurutnya, akan hadir delapan saksi dari Medan dalam persidangan yang akan dijaga ekstra ketat oleh kepolisian itu. "Kami dapat memastikan kehadiran mereka karena pada tanggal tersebut tidak ada jadwal persidangan teroris di Medan," katanya.

Delapan orang tersebut, lanjutnya, akan ditahan di Rumah Tahanan Way Hui selama berada di Lampung, dan dijadwalkan akan menghadiri sidang selama dua hari.

Sebelumnya, Rabu (6/4) sidang lanjutan kasus tersebut di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, dengan agenda mendengarkan kesaksian pelaku perampokan yang merupakan pengikut Ustad Abu Bakar Ba`asyir, kembali ditunda.

Hakim yang memimpin jalannya sidang, Agus Hariadi, mengatakan, persidangan terpaksa ditunda karena saksi untuk didengarkan keterangannya di persidangan, tidak dapat hadir.

Namun mereka tidak dapat hadir di Bandarlampung, karena baru menjadi saksi di Jakarta, dan langsung diterbangkan ke Medan, juga untuk menjadi saksi pada persidangan teroris di sana.

Agus meminta jaksa bersikap profesional dalam pemanggilan saksi pada kasus itu, karena penundaan sidang sama dengan mengacaukan jadwal persidangan yang telah diatur.

Jaksa penuntut umum Agus Priambodo mengakui ada miskomunikasi dengan Densus 88 mengenai kehadiran ketiga pelaku teroris ke Bandarlampung itu.

Saat itu saksi juga sedang menjalankan sidang di Medan.

Persidangan Abdul Haris Munandar dan Heri Kuswanto dilakukan terpisah dan dipimpin oleh hakim Agus Hariadi.

Keduanya didakwa telah melakukan pemufakatan jahat, percobaan atau pembantuan untuk melakukan tindak pidana terorisme yang melawan hukum Indonesia, dan dijerat dengan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 juncto pasal 55 ayat (1) KUHP.

Sebelum disidang, keduanya ditahan oleh penyidik Densus 88 Antiteror di rumah tahanan sejak 26 September 2010 hingga 24 Januari 2011, dan setelah itu ditahan di Lampung.

Dalam berkas dakwaan tertulis, Heri Kuswanto, adalah warga Kota Bandarlampung, dan terlibat dalam aksi tersebut sejak mengikuti pengajian rutin di Way Hui, Lampung Selatan tahun 2009, yang dipimpin oleh ustad Rizal.

Dalam pengajian tersebut, dibahas tentang jihad dan tauhid.

Pada Maret 2010, Heri berangkat ke Medan, dan sempat mengikuti pelatihan militer bersenjata api di Aceh, dan kemudian pulang ke Bandarlampung untuk mencari senjata api.

Heri menemui terdakwa lain Abdul Haris Munandar untuk mendapatkan senjata api jenis Colt, FN, dan granat, sedangkan peluru dari seorang oknum TNI Beny Budi Setiawan.

Seluruh peralatan tersebut digunakan untuk menyerang Polsek Hamparan Perak, dan perampokan bank CIMB Medan, keduanya di Sumatera Utara pada Agustus 2010.

Hingga keputusan diperkirakan akan berlangsung 20 agenda sidang dengan total saksi yang dihadirkan sebanyak 50 orang. [EL, Ant]



Featured Column Daftar SMS yg masuk ke +62-815-142-29297 (format pengiriman : info <text_info_anda>)

[Home - Infoanda][Idiokrasi] [Random News] [Calendar] [This News]